Selasa, 21 Februari 2017


            PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN DIGITAL











 ➽PENDAHULUAN
 
a. Latar belakang
        Berkat lahirnya teknologi informasi, setidaknya bermanfaat bagi peserta didik dalam mensukseskan proses belajar mengajar. Apalagi saat ini, partisipasi masyarakat Indonesia di era digital (baca: internet) – menurut laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – sudah melampaui angka 120 juta pengakses.
        Dari potensi itulah, pantas kiranya bila institusi pendidikan memberi dorongan pada siswa maupun mahasiswa untuk memanfaatkan perangkat digital sebagai sarana komunikasi belajar. Penguasaan Information and Communication Technology (ICT) memang tidak bisa dipandang sebelah mata, khususnya oleh peserta didik yang hidup di era cyber ini. Proses pembelajaran pun kini dapat mengadofsi perangkat digital, agar proses transfer ilmu pengetahuan menyenangkan dan terjalin emosi kreatif antara pengajar dan yang diajar (siswa).   
        
        Dengan  partisipasi guru kepada murid lewat fasilitas digital, itu bisa membawa dampak besar dalam menyampaikan pengajarannya. Sebut saja beberapa instrumen teknologi pembelajaran digital yang sering digunakan guru ketika proses pembelajaran berlangsung, seperti: notebook, gadget, display, interactive media, digital library, digital lab, internet dan masih banyak lagi. Penggunaan perangkat teknologi ini dapat melahirkan budaya “digital creative” dan “cyber atractive” di dunia pendidikan. Kongkritnya perkembangan ini menjadi salah satu pendorong penggunaan konten digital di sekolah maupun perguruan tinggi.

B. Rumusan Masalah 
         Dari judul dan latar belakang maka penulis merumuskan bagaimana perkembangan teknologi digital ?



C. Tujuan
         Dengan dibuatnya makalah ini kami berharap dapat mencapai tujuan yang kami inginkan yaitu, dapat mempelajari dan memahami perkembangan teknologi digital.

PEMBAHASAN
Ada sesuatu yang menarik terkait pembelajaran digital yang dialami peserta didik di era modern ini. Sebelum mengajar dengan menggunakan perangkat digital, seorang guru untuk mencairkan suasana, mengajukan pertanyaan kepada siswa menengah pertama kelas dua perihal dunia internet. “Siapa di antara kalian yang mempunyai akun facebook?” Saat itu, serentak semua siswa yang berjumlah 25 orang mengangkat tangannya. Kemudian, guru tersebut memberikan pertanyaan lain, “siapa yang tidak tahu mesin pencari data bernama Google?”  Tak ada satu pun tangan yang terangkat.
Betul kiranya apa yang dikatakan John Palfrey (2010) dalam bukunya berjudul “Born Digital: Understanding the First Generation of Digital Natives”,  ia mengatakan orang yang lahir setelah tahun 1981, sebenarnya termasuk orang generasi pertama yang disebut sebagai Digital Native. Sebaliknya orang yang lahir sebelum tahun 1981 disebut sebagai Digital Imigran. Lantas pertanyaannya, pembelajaran digital seperti apa yang seharusnya diterapkan unuk peserta didik yang lahir di tahun 1990-an?
Pembelajaran digital lahir untuk meneruskan cara belajar konvensional, dimana proses pembelajaran masih menggunakan alat-alat tradisional semisal papan tulis hitam, kapur, dan lain-lain. Seiring perkembangannya, proses pembelajaran seperti tadi kian hari kian berubah, dari papan tulis hitam menjadi papan tulis putih dan menggunakan spidol. Bahkan ada sebagian yang mengunakan Over Head Projector (OHP), dan menggunakan Projektor atau yang lebih dikenal dengan nama Infocus.
Persoalan bahan ajar pun, kini sudah ada Buku Sekolah Elektronik yang digagas pemerintah guna meminimalisasi biaya, tentunya lebih mudah didapatkan oleh siswa. Pembelajaran digital dikenal juga dengan e-learning. Secara umum, e-learning dapat didefinisikan sebagai pembelajaran yang disampaikan melalui media elektronik atau digital, salah satunya termasuk internet, intranet, satelit, cloud computing, audio/video tape, TV interaktif, dan CD-Rom. 
Aktivitas e-learning ini, memang tidak bisa dipisahkan dengan infrastruktur yang mempuni.
Namun, dalam tataran penggunaannya ada beberapa yang harus diperhatikan secara bersama agar penerapan e-learning optimal. Pertama, pembelajaran digital atau e-learning harus dijadikan sarana penting dalam proses pendidikan. Memang secara menyeluruh tidak semua institusi memiliki infrastruktur yang mapan terkait fasilitas belajar. Di seluruh Indonesia saja fasilitas laboratorium sekolah menengah atas kurang layak. (Pikiran Rakyat, 24/06/2013).
Kedua, pembelajaran digital harus diarahkan pada terbangunnya komunikasi antara komunikator (guru) dengan komunikan (murid) yang berlangsung cair, atraktif, dan interaktif. Dengan pembelajaran digital seperti ini, siswa akan menjadikan proses belajar mengajar sebagai “kanal kebudayaan digital” yang memberdayakan mereka.
Ketiga, dengan beragam kemudahan dalam pembelajaran digital, baik di sekolah maupun perguruan tinggi dengan menggunakan konsep e-learning ternyata mampu membawa dampak signifikan. Utamanya pada kemampuan mereka menyerap pelajaran yang disampaikan tutor. Dengan begitu, tutor, dosen, termasuk guru tak harus lagi menggandakan bahan ajar mata kuliah atau modul saat berlangsungnya proses belajar mengajar.
Pembelajaran digital di sekolah tentunya dapat menekan mahalnya biaya menggandakan dokumen pendukung proses belajar mengajar. Aktivitas belajar pun menjadi menyenangkan, karena siswa dan mahasiswa di negeri ini lahir pada tahun 1990-an dan 2000-an, yang otomatis merupakan generasi digital native yang telah berubah menjadi peserta didik yang kreatif (digital creative).

➽Sejarah perkembangan teknologi Komunikasi Digital
           Di Tahun 1753 dikenalah sebuah sistem transmisi listrik yang menggunakan satu kabel (plus ground) untuk masing-masing huruf yang diperkenalkan oleh Charles Morrison. Sistem yang digunakan adalah pithball dan kertas sebagai alat untuk melihat hasil cetaknya. Berikutnya Samuel Morse mulai melakukan eksperimen. Hasilnya dia menemukan telegraph. Selanjutnya pada tahun 1837, telegraph di USA mulai diperkenalkan Morse, dan di Inggris Telegraph diperkenalkan oleh Charies Wheatstone, dan pada tahun 1844 telegraph mulai dipublikasikan pertama kalinya. Dari skema komunikasi tersebutlah maka dikatakan dengan "digital".

Apa yang ditemukan Charles Morrison, Samuer Morse dan Sir Charies Wheatstone secara alamiah masih memiliki keterbatasan dalam penyampaian komunikasi. Lain halnya dengan penemuan Alexander Graham pada tahun 1876, beliau memperkenalkan telepon sebagai sebuah sistim komunikasi analog. Telepon tidak memiliki keterbatasan dalam penyampaian pesan karena diucapkan langsung dari mulut manusia. Maka dengan demikian sistim analog mulai menggantikan sistem "digital" yang telah ada. Bahkan sebuah perusahaan besar Wester Union Telegraph Company, beralih bidang bisnis, yang tadinya bergerak di bidang telegraph mulai beralih ke bisnis telepon. 


Teknologi Telekomunikasi diawali dengan penggunaan microprocessor pada tahun 1970. Pada tahun 1972 di Falandia sudah mulai berkembang jaringan handphone dengan nama ARP. Selama dalam perjalan masa lampau, telekomunikasi sudah mendominasi switching analog, transmisi dan frekuensi-multiplexing divisi.

Pada tahun 1976, Dengan ditemukannya komputer dan piranti elektronik solid state telah menggantikan dominasi sistem komunikasi analog. Perkembangan dari Komputer dan piranti elektronik ini sangat pesat. Dengan diperkenalkannya sistem transmisi TI oleh Bell System mulai terjadi revolusi digital yang bersifat komersil. Diakhir tahun sudah 250 rangkaian komunikasi digital telah di instal. Pada pertengahan tahun 1980, disaat komputer merayakan 40 tahun keberadaannya, yang boleh dikatakan cukup muda, jaringan digital dengan menggunakan alat kontrol komputer sudah dikomersilkan. Masayarakat informasi telah mencapai level yang matang dalam fase kehidupannya. Akses komunikasi yang cepat, baik dari mobil, pesawat udara, maupun dari gelanggang olahraga telah menjadi nyata. Diperlukan waktu 20 abad untuk beralih dari sistem transmisi nyala obor ke sistem komunikasi sinyal listrik, dalam hal mengkomunikasikan data yang sama. Dan diperlukan waktu 20 tahun untuk beralih dari sistem transmisi data listrik primitif ke sistem komunikasi data lanjutan berkecepatan tinggi. Hingga saat ini perkembangan teknologi masih berlangsung.

Kelebihan Teknologi Informasi Digital
Pengolah data yang cepat. Memiliki kemampuan menciptakan efek tertentu pada gambar serta bisa juga memperbaiki kualitas gambar yang kurang bagus menjadi bagus.

  • Multiplexing. Bisa menyampaikan informasi yang beragam serta banyak dalam waktu yang bersamaan.
  • Keutuhan data pada saat proses Transmisi. Walaupun mengirim data lewat jauh, namun data yang dikirimkan tetap utuh dan terjaga
  • Sistem Komunikasi yang fleksibel.
  • Efisensi Biaya. Dengan peralatan pada teknologi digital bisa membangkitkan produksi massal yang sudah tentu akan menekan biaya produksi.
➽Dampak teknologi digital dalam berbagai bidang
    a.   Dampak Terhadap Bidang Ekonomi dan Industri 
a)      Positif
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko yang jauh dari tempat tinggal. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
b)      Negatif    
  •  Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
  • Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
  • Adanya limbah industri yang mengganggu kehidupan masyarakat antara lain mencemari sungai, mengakibatkan polusi udara dan sebagainya.

b.      Dampak Terhadap Bidang Pendidikan dan Sosial Budaya 
a)      Positif
  •  Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.
  • Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi dengan mudah,  seperti pembelajaran dengan menggunakan proyektor.
  •  Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan pembelajaran melalui jaringan internet, seperti : e-learning, yang telah banyak diterapkan diberbagai lembaga pendidikan bahkan universitas ternama.

b)      Negatif
  •   Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
  •   Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa   disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.
  • Jika anak-anak terlalu banyak dihadapkan dengan layar computer akan mengurangi kesehatan, terutama pada mata, jika telah berhubungan dengan computer pasti mengetahui dan sering bermain dengan aneka permainan di komputer yang apabila lama-kelamaan akan terjadi kerusakan di sebagian otaknya, hal ini disebabkan pengaruh radiasi monitor komputer yang terserap ke otak melalui matanya. Atau seperti kejadian di Thailand di mana seorang gadis remaja gantung diri karena frustasi tidak dapat menyelesaikan permainan bomber man.
  •  Penyebab sikap malas karena kemudahan yang diberikan oleh teknologi. bersikap serba instan karena teknologi menyuguhkan hal yang serba instan dan otomatis yang berpengaruh denagn jiwa konsumeris kita dan menganggap teknologi adalah kebutuhan primer yang berpengaruh pada lifestyle.

c.       Dampak Terhadap Transportasi Dan Komunikasi
a)      Positif
  • Di bidang komunikasi kita akan lebih cepat mendapatkan informasi – informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet. Kita juga dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
  •  Dengan adanya kendaraan-kendaraan yang dihasilkan oleh teknologi, maka masalah transportasi dan komunikasi bukan merupakan suatu hambatan untuk mencapai kemajuan contohnya kendaraan motor, mobil, kereta api, pesawat terbang, helikopter,
  • Pembangunan jalan-jalan layang di darat, jembatan gantung dan sebagainya dapat mengatasi kesulitan transportasi, memperlancar hubngan antar daerah.
b)      Negatif     
Dampak negatif terhadap komunikasi dan transportasi antara lain :
  • Banyaknya kendaraan khususnya jalur darat yang membuat kemacetan yang cukup parah diberbagai ruas jalan raya.
  • Kendaran seperti di kota-kota besar yang sangat ramai dan sering terdapat kendaraan yang tidak layak pakai seperti pada kendaraan umum yang menyebabkan tingginya polusi udara yang berbahaya pada kesehatan manusia.
  • Radiasi handhone yang kurang bagus untuk kesehatan yang terjadi apabila pemakain yang diluar batas, seperti terlalu sering berbicara atau berkomunikasi melalui handphone dapat merusak pendengaran.
  • Handphone yang dijaman sekarang ini yang sangat mudah untuk didapatkan dapat dijadikan sebagai bahan penyebaran-penyebaran informasi yang membawa pengaruh buruk, seperti video dan gambar-gambar porno.
  • Munculnya banyak jejaring social yang dapat dengan mudah diakses oleh semua kalangan termasuk pelajar dibawah umur, seperti anak SD yang dapat menyita waktu mereka, seharusnya waktu tersebut digunakan untuk belajar atau mendengarkan penjelasan materi yang sedang disampaikan oleh guru, dengan adanya hal tersebut mereka lebih memilih untuk online lewat akunnya atau bermain game online favoritnya.

PENUTUP
A.  KESIMPULAN

Digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1.

Perkembangan teknologi digital sealalu memiliki sisi negatif dan positifnya seperti yang telah kita ketahui yang negatifnya dapat menyebabkan manusia semakin bergantung dengan teknologi tersebut dan positifnya memudahkan manusia untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga nilai-nilai dasar manusia agar dipertahankan, sehingga bukan sistem yang mengatur manusia, tetapi manusia yang mengatur sistem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar